Kamis, 09 Maret 2017

Cat Motif Wallpaper / Seni Desain Interior

Dinding rumah, pintu, ataupun plafon rumah dapat lagi dipercantik   tampilannya. Pemilihan warna cat juga melalui pemasangan berbagai hiasan maupun ornamen. Kini dinding memiliki satu lagi unsur yang bisa membuatnya makin cantik, yakni wallpaper atau pelapis dinding ataupun dengan menambah lagi dengan cat cat baru lagi seperti melukis
Wallpaper memang tampak indah dan mewah bila terpasang pada dinding ruangan kita, tapi harga wallpaper tidaklah murah.


Berikut ini saya berikan Tip & Trik cara paling mudah mengecat membuat motif seperti wallpaper :

Mula-mula siapkan dan buat pola design wallpaper yang kita inginkan pada kertas yang agak tebal, ini nantinya berfungsi sebagai mould.
Potong atau lubangi mould tersebut sesuai pola design.
Beri cat dasar 1 lapis Alkali Resisting Primer untuk tembok baru atau Wall Sealer untuk tembok lama yang pernah dicat.
 Aplikasikan warna muda sebagai warna general bila warna motifnya warna tua atau sebaliknya atau sesuai selera masing-masing, pastikan hingga menutup sempurna.
Setelah cat general kering, lekatkan mould yang telah kita buat pada dinding, gunakan tape sebagai alat bantunya.
Aplikasikan cat motifnya pada mould menggunakan roll busa (agar hasilnya tampat halus) hingga warna menutup sempurna ke seluruh permukaan dinding.
Setelah kering sempurna .... nah sebagai sentuhan akhir aplikasikan cat transparant dengan effect mutiara (cat ini tersedia beberapa merk, umumnya berbasis solvent) menggunakan spray gun agar hasilnya rata.
Nah... untuk motif wallpaper Abstrak agak sulit bagi mereka yang tidak memiliki keahlian karena tidak menggunakan mould tetapi pakai spon. Namun prinsip cara membuatnya hampir sama.

Berikut beberapa contoh hasil yang sudah jadi :

untuk pemesanan bisa via email untuk penawaran ke : wan_tidar@yahoo.co.id












Selamat mencoba.... kasih tahu ya hasilnya...ya
Rekomended Hosting & Domain Hosting & Domain Rekomended klik

https://client.dewaweb.com/aff.php?aff=11108

Jumat, 03 September 2010

Jual Salak Pondoh

Salak ditemukan tumbuh liar di alam di Jawa bagian barat daya dan Sumatra bagian selatan. Akan tetapi asal-usul salak yang pasti belum diketahui. Salak dibudidayakan di Thailand, Malaysia dan Indonesia, ke timur sampai Maluku. Salak juga telah diintroduksi ke Filipina, Papua Nugini, Queensland dan juga Fiji. Sebagian ahli menganggap salak yang tumbuh di Sumatra bagian utara berasal dari jenis yang berbeda, yakni S. sumatrana Becc.. S. zalacca sendiri dibedakan lagi atas dua varietas botani, yakni var. zalacca dari Jawa dan var. amboinensis (Becc.) Mogea dari Bali dan Ambon.[3]
Berdasarkan kultivarnya, di Indonesia orang mengenal antara 20 sampai 30 jenis di bawah spesies. Beberapa yang terkenal di antaranya adalah salak Sidimpuan dari Sumatera Utara, salak condet dari Jakarta, salak pondoh dari Banjarnegara,Yogyakarta dan salak Bali. Salak condet merupakan flora propinsi DKI Jakarta.

Salak pondoh



Salak pondoh adalah fenomenal. Mulai dikembangkan pada kira-kira tahun 1980an, salak yang manis dan garing ini segera menjadi buah primadona yang penting di wilayah DIY. Tahun 1999, produksi buah ini di Yogyakarta meningkat 100% dalam lima tahun, mencapai 28.666 ton. Kepopuleran salak pondoh di lidah konsumen Indonesia tak lepas dari aroma dan rasanya, yang manis segar tanpa rasa sepat, meski pada buah yang belum cukup masak sekalipun.[4]

Gambaran produksi itu jelas memperlihatkan lonjakan pesat dari tahun-tahun sebelumnya. Perkiraan produksi salak di seluruh Jawa sampai tahun 1980an hanya berkisar antara 7.000 – 50.000 ton, dengan wilayah Jawa Barat menyumbang kurang lebih setengah dari jumlah itu.[3]

Salak pondoh sendiri ada bermacam-macam lagi variannya. Beberapa yang terkenal di antaranya adalah pondoh super, pondoh hitam, pondoh gading, pondoh nglumut yang berukuran besar, dan lain-lain. Di wilayah DIY, sentra penghasil salak pondoh ini adalah kawasan lereng Gunung Merapi yang termasuk wilayah Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.

Salak pondoh nglumut atau kerap pula disebut salak nglumut, namanya diambil dari nama desa penghasil varietas salak unggul ini yaitu Desa Nglumut yang juga berada di hamparan Merapi dan termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kini perkebunan salak pondoh telah meluas ke mana-mana, seperti ke wilayah Wonosobo, Banjarnegara, Banyumas, Kuningan dan lain-lain.
 Untuk order salak pondohnya silahkan hubungi :

UD. Putra Hardjo 
Whatsap +6281317222313/+6283135777554

email : wan_tidar@yahoo.co.id